Kalkulator Segitiga Siku-siku
Masukkan kedua sisi tegak segitiga siku-siku untuk menghitung nilai-nilai kunci lainnya.
Cara menggunakan kalkulator segitiga siku-siku ini
- Masukkan Sisi A
Ketik panjang sisi pertama ke dalam kolom Sisi A.
- Masukkan Sisi B
Ketik panjang sisi kedua ke dalam kolom Sisi B menggunakan satuan yang sama.
- Baca nilai hipotenusa
Kalkulator ini menggunakan teorema Pythagoras untuk menghasilkan panjang sisi miring.
- Periksa luas dan keliling
Tinjau hasil Luas dan Keliling untuk permukaan segitiga dan total panjang sisinya.
- Perhatikan sudutnya
Gunakan output Sudut A (derajat) untuk melihat sudut lancip di depan Sisi A.
Cara kerja kalkulator segitiga siku-siku ini
Kalkulator ini menerapkan teorema Pythagoras untuk menentukan hipotenusa dari panjang kedua sisi tegak segitiga siku-siku. Dari input yang sama, kalkulator ini juga menghitung luas, keliling, dan satu sudut lancip sehingga Anda dapat menyelesaikan pertanyaan segitiga siku-siku yang paling umum di satu tempat.
hipotenusa = √(a² + b²) Jika sisi tegaknya adalah 3 dan 4, maka hipotenusanya adalah √(9 + 16) = 5. Luasnya adalah 6 dan kelilingnya adalah 12.
Jika sisi-sisinya adalah 5 dan 12, maka sisi miringnya adalah √(25 + 144) = 13. Luasnya adalah 30 dan kelilingnya adalah 30.
Jika sisi-sisinya adalah 8 dan 15, maka sisi miringnya adalah √(64 + 225) = 17. Luasnya adalah 60 dan kelilingnya adalah 40.
- ✓ Segitiga ini memiliki satu sudut 90 derajat.
- ✓ Kedua input adalah sisi tegak, bukan hipotenusa.
- ✓ Semua panjang sisi diukur dalam satuan yang sama.
- Luas segitiga siku-siku adalah setengah dari hasil kali sisi-sisi tegaknya.
- Keliling mencakup kedua sisi tegak ditambah hipotenusa.
- Ini berguna dalam konstruksi, trigonometri, perancangan, dan pekerjaan tata letak.
- Referensi teorema Pythagoras dan trigonometri dasar
Apa itu teorema Pythagoras?
Teorema Pythagoras menyatakan bahwa pada setiap segitiga siku-siku, kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi lainnya: a² + b² = c². Hubungan ini telah diketahui oleh matematikawan Babilonia kuno dan secara resmi dikaitkan dengan Pythagoras sekitar tahun 500 SM. Ini adalah salah satu hasil paling mendasar dalam geometri dan menjadi dasar perhitungan jarak dalam segala hal, mulai dari navigasi hingga grafis komputer. Teorema ini hanya berlaku untuk segitiga dengan sudut 90 derajat, namun karena setiap segitiga dapat dibagi menjadi dua segitiga siku-siku, jangkauannya meluas ke hampir semua masalah segitiga.
Segitiga siku-siku dalam konstruksi dan navigasi
Segitiga siku-siku terus-menerus muncul dalam konstruksi, survei, dan navigasi. Tukang bangunan menggunakan aturan 3-4-5 untuk memverifikasi bahwa sudut-sudutnya siku-siku — jika sebuah segitiga dengan sisi 3 dan 4 unit menghasilkan sisi miring tepat 5, maka sudutnya adalah 90 derajat. Surveyor menggunakan perhitungan segitiga siku-siku untuk menemukan jarak menyeberangi sungai atau antar tengara tanpa harus melintasi medan tersebut. Pilot dan pelaut menghitung koreksi arah menggunakan trigonometri segitiga siku-siku. Tukang atap menghitung panjang kasau dengan menganggap atap sebagai segitiga siku-siku dengan kenaikan dan bentangan yang diketahui. Bahkan memasang rak agar rata pada dinding melibatkan pemeriksaan segitiga siku-siku secara implisit. Menguasai perhitungan ini menghemat waktu, mencegah kesalahan, dan menghilangkan kebutuhan untuk pengukuran coba-coba.
FAQ kalkulator segitiga siku-siku
Dapatkah saya menggunakan ini jika saya mengetahui satu sisi tegak dan hipotenusa?
Tidak dalam versi ini. Kalkulator ini memerlukan dua sisi tegak sebagai input.
Mengapa luasnya setengah dari a × b?
Karena segitiga siku-siku tepat setengah dari persegi panjang dengan panjang sisi yang sama.
Apa itu hipotenusa?
Ini adalah sisi terpanjang dari segitiga siku-siku, berhadapan dengan sudut 90 derajat.